SAYANGKAN (Sabtu yang Menyenangkan)
SAYANGKAN:
Sabtu yang Menyenangkan
Inovasi
Pembelajaran IPAS Berbasis Proyek Komunitas untuk Mengatasi Kebosanan dan
Membangun Antusiasme Belajar Murid Kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan
Padang
![]()
Oleh
: Dr. Yusmaridi. M, M.Pd.Gr.
Email
: yusmaridi.m39@guru.sd.belajar.id / yusmaridi.m@gmail.com
Guru Kelas V SD
Negeri Percobaan Padang, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Abstrak
Artikel
ini memaparkan inovasi pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar bernama SAYANGKAN
(Sabtu yang Menyenangkan), sebuah program pembelajaran berbasis proyek
kelompok yang dilaksanakan di luar sekolah, di lingkungan tempat tinggal murid
setiap hari sabtu. Inovasi ini lahir dari keresahan nyata seorang guru yang
mendapati murid terus-menerus merasa bosan dalam pembelajaran IPAS di kelas,
bahkan setelah berbagai media konvensional dan digital digunakan. Dalam
SAYANGKAN, murid diberikan tantangan proyek kelompok untuk mengeksplorasi
lingkungan sekitar, berkolaborasi dengan orang tua dan masyarakat serta
mendokumentasikan proses belajar melalui foto dan video. Hasil yang diperoleh
dari kegiatan ini, antusiasme meningkat drastis, orang tua terlibat aktif, dan
karakter sosial murid berkembang nyata. Program ini selaras dengan 7
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan Bermasyarakat,
serta mendukung implementasi kurikulum dengan pendekatan Deep Learning.
Pendahuluan
Setiap guru pernah menghadapi momen ketika
berdiri di depan kelas dengan media pembelajaran terbaik yang telah disediakan,
namun tetap saja mendapati murid-murid yang tampak mengantuk, tidak fokus,
bahkan terang-terangan menyatakan bosan. Pengalaman ini bagi saya, bukan
terjadi hanya sekali. Kejadian ini cenderung berulang, hingga ini menjadi
keresahan yang tidak bisa lagi diabaikan. Keresahan ini menjadikan saya harus
memikirkan terobosan.
Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam
dan Sosial) secara teoritis seharusnya menjadi pelajaran yang paling dekat
dengan kehidupan murid. Pembelajaran tentang alam, cuaca, makhluk hidup,
masyarakat, ekonomi dan semua hal yang mungkin mereka temui dalam kehidupan.
Namun paradoksnya, justru pelajaran ini yang kerap dikeluhkan membosankan.
Berbagai upaya telah dilakukan. Berbagai
media yang mendukung seperti, media gambar, poster, alat peraga nyata, video
pembelajaran, presentasi interaktif, hingga aplikasi digital berbasis
gamifikasi. Hasilnya tetap tidak jauh beda, antusiasme awal yang cepat memudar,
digantikan Kembali oleh kebosanan. Masalahnya bukan pada media yang digunakan,
melainkan pada konteks pembelajaran yang terkurung di balik dinding kelas,
terputus dari realitas kehidupan murid.
Dari keresahan itulah lahir terobosan
“SAYANGKAN”, Sabtu yang Menyenangkan. Sebuah inovasi yang berani membawa murid
keluar dari kelas, menempatkan lingkungan komunitas sebagai ruang belajar, dan
melibatkan orangtua serta masyarakat sebagai mitra sejati dalam Pendidikan.
Apa
Itu SAYANGKAN?
Sayangkan
adalah akronim dari Sabtu yang Menyenagkan. Program pembelajaran
inovatif yang merancang ulang pengalaman belajar IPAS murid kelas V SD Negeri
Percobaan Padang melalui tantangan proyek kelompok di luar sekolah, yang
dilaksanakan setiap hari Sabtu di lingkungan temapat tinggal mereka. Hal ini
juga didukung oleh sekolah yang menerapkan 5 hari kerja.
Tiga
Pilar Filosofi SAYANGKAN
1. Belajar
Kontekstual
Ilmu bukan sekadar teori di buku, melainkan ilmu hidup
dan nyata di lingkungan sekitar murid. Maka proses pemerolehan ilmu harus
terkait dan berhubungan dengan kehidupan nyata
2. Belajar
Kolaboratif
Pengetahuan tumbuh dengan sangat baik ketika dibangun Bersama
secara kolaboratif dengan teman, orang tua, dan komunitas
3. Belajar
Bermakna
Pengalaman yang terhubung dengan kehidupan nyata
menghasilkan pemahaman yang bertahan lama
Keunggulan
Utama
SAYANGKAN adalah ekosistem belajar
berbasis proyek yang mengintegrasikan tiga hal sekaligus dalam pelaksanaannya,
diantaranya, eksplorasi lingkungan nyata, kolaborasi, dan dokumentasi digital
sebagai bukti belajar autentik. Setiap proyek dirancang untuk menjawab
pertanyaan nayata dari lingkungansekitar murid.
Implementasi
Awal pelaksanaan SAYANGKAN tidak berjalan
lancar, banyak murid yang bingung dengan apa yang dikerjakan dan bagaimana
mengerjakannya, setelah mencermati faktor ini, maka perlu dilakukan persiapan
dan penjelasan yang matang kepada murid dan orang tua murid, lahirlah tahapan
berikut:
1. Tahap
Persiapan
a. Mengidentifikasi
Topik IPAS yang relevan dengan lingkungan murid
b. Merancang
Lembar Tantangan Proyek (LTP) yang menantang dan terukur
c. Membagi
kelompok sesuai kedekatan rumah murid
d. Mensosialisasikan
program kepada orang tua melalui grup WA paguyuban Kelas VA
e. Menyiapkan
rubrik penilaian yang jelas, transparan dann berbasis fotofolio
2. Tahap
Breafing (Jumat sore)
a. Guru
menjelaskan tantangan proyek, tujuan belajar, dan ekspektasi hasil
b. Murid
mendiskusikan strategi kelompok dan pembagian peran masing-masing
c. Orang
tua mendapatkan briefing singkat tentang peran aktif mereka sebagai mitra di
grup paguyuban kelas
3. Tahap
Eksplorasi Lapangan (Sabtu Pagi-Siang)
a. Murid
melaksanakan proyek dilingkungan tempat tinggal
b. Berintegrasi
langsung dengan anggota komunitas
c. Mendokumentasikan
seluruh proses melalui foto dan video menggunakan ponsel orang tua
d. Orang
tua mendampingi aktif sebagai fasilitator sekaligus narasumber pertama
4. Tahap
Presentasi dan Refleksi (Selasa, sesuai jadawal mapel IPAS)
a. Setiap
kelompok mempresentasikan hasil proyek lengkap dengan dokumentasi foto dan
video, serta menyampaikan pengamalaman menarik dan unik yang ditemui atau
dirasakan
b. Diskusi
kelas
c. Guru
memberikan penguatan konspe dan umpan balik konstruktif
d. Penilaiann
dilakukan berbasis portofolio, proses dan presentasi
Tema
Proyek SAYANGKAN yang Telah di Laksanakan
Berikut
tema Proyek yang telah dan dapat dilaksanakan, beserta keterkaitannya dengan
materi IPAS, seperti Tabel 1.
Tabel
1. Bentuk-bentuk tema proyek SAYANGKAN yang telah dilaksanakan
|
Capaian pembelajaran |
Tema proyek |
Materi IPAS |
Aktivitas utama |
Pelaksanaan |
|
Siklus
air dan kaitannya dengan upaya menajga ketersediaan air |
Air
di sekitar kita |
Daur
air dan sumber daya alam |
Identifikasi
sumber air, amati penggunaan air warga, projek membuat penyaringan air |
Terlaksana Awal
April 2026 |
|
Kegiatan
ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar |
Ekonomi
kreatif |
Kegiatan
ekonomi dan masyarakat |
Wawancara
berbagai profesi, projek ekonomi kreatif di bidang makanan (kreasi makanan
lokal) |
Terlaksana
pertengahan April 2026 |
|
Upaya
penghematan energi serta pemanfaatan sumber daya energi alternatif dari
sumber daya yang ada di sekiarnya…… |
Sampah
jadi berkah |
Lingkungan
dan keberlanjutan |
Survey
sampah, wawancara bank sampah, proyek ubah sampah jadi sesuatu berguna
(proyek gunung api) |
Terlaksana
akhir April 2026 |
Keselarasan
dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Program SAYANGKAN sangat mendukung
penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang di canangkan Kemdikdasmen,
terutama kebiasaan yang ke-6, Bermasyarakat yang dalam pelaksanaannya
belum terukur pencapaian pelaksanaanya, dan hal ini yang menajadi inti dari
seluruh desain program ini, seperti Tabel 2.
Tabel 2. Implementasi SAYANGKAN dalam 7
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
|
No |
Kebiasaan |
Implementasi dalam SAYANGKAN |
|
1 |
Bangun
pagi |
Murid
aktif sejak pagi hari sabtu untuk memulai proyek |
|
2 |
Beribadah
|
Diawali
dengan doa dan nilai spiritual sebelum kegiatan |
|
3 |
Berolahraga
|
Aktivitas
fisik saat eksplorasi lingkungan |
|
4 |
Makan
sehat |
Eksplorasi
pangan lokal dalam konteks proyek |
|
5 |
Gemar
belajar |
Belajar
aktif, eksplorasi lapangan dan dokumentasi |
|
6 |
Bermasyarakat
|
Inti
Program: kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar |
|
7 |
Istirahat
cukup |
Manajmen
waktu proyek yang sehat dan terencana |
Dampak
Nyata
Kondisi pembelajaran IPAS sebelum program
SAYANGKAN digambarkan murid sebagai sesuatu yang membosankan, monoton dan
terasa jauh dari kehidupan nyata. Tingkat partisipasi aktif 75% (sedang) di
awal pembelajaran menurun drastic menjadi 40% (rendah) menjelang 20 menit
pertama pembelajaran. Pelibatan orang tua dalam pembelajaran hampir tidak ada.
Penerapann SAYANGKAN terjadi perubahan signifikan yang diamati secara langsung
seperti table 3.
Tabel 3. Perubahan Pembelajaran Sebelum
dan sesudah SAYANGKAN
|
Aspek |
Sebelum SAYANGKAN |
Sesudah SAYANGKAN |
|
Antusiasme
belajar IPAS |
Rendah,
banyak yang mengantuk dan pasif |
Tinggi,
semua murid aktif dan bersemangat |
|
Pemahaman
konsep |
Haflan,
mudah dilupakan |
Kontekstual
dan bermakna |
|
Keterlibatan
orang tua |
Sangat
minim |
Aktif
sebagai mitra belajar |
|
Kemampuan
kolaborasi |
Individual,
kurang kerja tim |
Tim
solid, saling mendukung |
|
Kemampuan
komunikasi |
Terbatas
di lingkungan kelas |
Percaya
diri dengan naras umber nyata |
|
Karakter
Sosial |
Kurang
terlatih |
Berkembang
nyata di Komunitas |
Fakta
lapangan dan bukti dukung
Keberhasilan sebuah inovasi pembelajaran
tidak hanya diukur dari kuantitatif, tetapi juga dari suara-suara yang lahir
dari pengalaman langsung dari murid yang merasakan dan orang tua yang
menyaksikan proses pembelajaran. Terdapat banyak respon positif baik dari murid
maupun dari orang tua murid, beberapa diantaranya seperti tangkapan layar berikut:
Tanggapan
murid
![]()

Gambar
1. Tangkapan layar pengiriman tugas murid
Gambar 2. Tangkapan layar untuk tetap SAYANGKAN
Tangkapan
layar di atas, memperlihatkan bahwa murid menyenangi program SAYANGKAN ini,
bahkan ketika ada dalam minggu tersebut tidak diadakan SAYANGKAN, mereka
meminta untuk di adakan seperti gambar 2. “Sabtu SAYANGKAN adalah hari yang
paling aku tunggu-tungu!”, respon murid yang lain. Murid-murid senang dan
menyatakan seru kegiatan pembelajarannya, mereka bisa belajar dan bermain
dengan teman-teman.
Respon
Orang tua

Gambar
3. Tangkapan layar respon orang tua murid
Tangkapan
layar di atas, memperlihatkan bahwa orang tua murid menyenangi program
SAYANGKAN ini, mereka menyatakan bahwa terdapat perubahan besar dalam proses
pembelajaran anak-anak, anak-anak lebih semangat dan antusias dalam menegrjakan
proyek pembelajaran yang diberikan sekolah. Beberapa orang tua melalui
testimoni (lihat pada link/barcode berbagai dokumentasi video SAYANGKAN)
menyatakan “bahwa anak anak sangat senang, bahkan biasanya malas belajar,
sekarang menajdi lebih bersemangat belajar”. Mereka juga bisa bermain,
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Landasan
Teoritis yang mendukung SAYANGAN Berhasil
Keberhasilan SAYANGKAN bukan tanpa alasan
yang kuat. Program ini berpijak pada sejumlah teori belajar yang telah teruji
secara akademis
1. Experiental
learning (Kolb, 1984)
SAYANGKAN mengimplementasikan siklus belajar Klob
secara utuh. Pengalaman konkret (eksplorasi lapangan), refleksi, observasi
(diskusi kelompok), konseptualisasi (presentasi), dan eksperimen aktif (proyek
berikutnya)
2. Project-Based
Learning/PjBL (Thomas, 2000)
Murid mengerjakan proyek nyata bermakna, bekerja dalam
tim, dan mempresentasikan hasil kepada audiens nyata menjadi prinsip inti PjBL
yang terbukti meningkatkan motivasi instrinsik dan pemahaman mendalam.
3. Teori
Ekologi Bronfenbrenner (1979)
SAYANGKAN beroperasi di titik temu antara mikrosistem
sekolah dan keluarga, mempperkuat mesosystem dengan membagun kolaborasi nyata
antara guru, orang tua, dan komunitas.
4. Pembelajaran
Kontekstual (CTL)
Pembelajaran yang menghubungkan konsep IPPAS langsung
dengan kehidupan nyata, SAYANGKAN menghasilkan pemahaman yang bermakna dan
tahan lama, jauh melampaui hafalan semata
Potensi
Replikasi dan Keberlanjutan
Program SAYANGKAN dirancang sederhana
namun sistematis sehingga sangat memungkinkan untuk direplikasi di sekolah lain
dengan menyesuaikan konteks lokal. Penerapannya tidak membutuhkan biaya atau
teknologi canggih. Penerapannya hanya membutuhkan keberanian guru untuk
melangkah keluar dan melibatkan komunitas. Ke depannya, Program SAYANGKAN
direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikannya pada
mata pelajaran lain, mengembangkan Portofolio digital murid berbasis
dokumentasi proyek, pameran proyek terbaik yang terbuka untuk komunitas,
menyebarluaskan modul dan panduan implementasi kepada sekolah lain di gugus dan
kecamatan.
Refleksi
SAYANGKAN membuktikan sesuatu
sederhananamun sering terlupakan. Ketika murid belajar dalam konteks yang
relevan dengan kehidupan mereka, dengan orang-orang yang mereka cintai dan
temapat yang merka kenal, menjadikan pembelajaran menjadi asyik dan menarik.
Hal ini secara tidak langsung menggerakkan kebiasaan bermasyarakat pada
7 KAIH, murid belajar sambal bermain, mengenal satu sama lain, mengenal
lingkungan dan merasakan hidup bermasyarakat. Belajar bukan lagi beban, tetapi
belajar menjadi petualangan yang mereka rindukan (sesuai cuplikan respon murid
sebelumnya)
Inovasi ini juga mengajarkan bahwa mitra
terbesar guru bukanlah teknologi, melainkan komunitas. Orang tua, tetangga,
petani, pedagang, mereka semua adalah guru nyata yang menunggu untuk dilibatkan
dalam proses Pendidikan.
SAYANGKAN lebih dari sekadar program, ia
adalah gerakan kecil menuju pendidikan yang lebih hidup, lebih manusiawi, dan
lebih bermakna. Pembelajaran yang membosankan menjadi yang menyenagkan, dari
yang pasif menjadi bersemangat, dari kelas ke komunitas.
Penutup
Inovasi
Pendidikan tidak berhenti pada ide, namun harus menghadirkan perubahan nyata
dan terukur dalam kehidupan murid. SAYANGKAN membuktikan bahwa dengan
kreativitas, komitmen, dan kolaborasi komunitas, guru sekolah dasar mampu
menciptakan pengalaman belajar benar-bbenar bermakna. SAYANGKAN mengajak semua
pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem belajar dari ruang kelas yang
sunyi menjadi hidup, menyenangkan dan berkelanjutan, karena setiap anak berhak
atas pengalaman belajar terbaik yang bisa akita berikan. #GuruInovatif
#Hardiknas2026 #InsanPendidikanBerdampak #SAYANGKANBelajar #IPASMenyenangkan
#PendidikanBermutuUntukSemua
DAFTAR
PUSTAKA
Bronfenbrenner,
U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design.
Harvard University Press.
Kolb,
D. A. (1984). Experiential Learning: Experince as the Source of Learning and
Development. Prentice-Hall.
Thomas,
J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. The Autodesk
Foundation.
Berbagai
dokumentasi kegiatan tahap refleksi dan presentasi

SAYANGKAN
TEMA AIR DISEKITAR KITA

SAYANGKAN TEMA EKONOMI KREATIF

SAYANGKAN TEMA SAMPAH JADI
BERKAH
Berbagai
dokumentasi Video SAYANGKAN (kerja murid dan testimoni orang tua)
|
Link
Youtube |
Barcode
|
Portofolio
Insan Berdampak
|
Link: https://drive.google.com/file/d/1in3kihihkdTRnTgPRALogL0mvrrfsYwx/view?usp=drive_link
|
|
Barcode
|



Comments
Post a Comment